Jelajah Tanahumba


Subscribe
ngajak.com
to get event, place, culture, & adventure information.

EVENT DATE

15 September 2016

EVENT LOCATION

-

EVENT DESCRIPTION

WHEN

10 s/d 15 September 2016

WHERE

Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur

WHAT

Penjelajahan diawali dari bagian timur pulau Sumba ketika para peserta tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu. Para peserta bisa menyusuri keindahan pantai Puru Kambera setelah upacara penerimaan oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, dilanjutkan oleh kecantikan terbenamnya matahari di pantai Walakiri sebelum menikmati malam yang tenang bertabur bintang di kampung adat Praiyawang, Rende.

Ufuk timur Nusa mengawali hari ke-2 membuai para perekam keindahan sebagai saksi kemegahan Ilahi, kemudian diikuti oleh keunikan tebing berukir dan karang bolong di pantai Watuparunu. Tidak ketinggalan pula suguhan warisan kebudayaan di Rende dalam bentuk tenun Ikat, kubur batu, menggembala kuda, aneka kerajinan dan berbagai kulinari khas daerah tersebut bagi para pecinta budaya. Air terjun Gunung Meja di Palindi Tana Bara juga menjadi destinasi tersendiri untuk para pencari aksi karena jalur pencapaiannya yang menantang akan segera terbayarkan saat badan terbasuh oleh kesegaran air terjun yang bening dan biru. Mata kita masih akan dimanjakan oleh pesona seribu lembah di Wairinding sebelum bermalam di Waibakul.

Hari ke-3 adalah hari perayaan pesta budaya yang digelar sejak pagi hingga malam hari di berbagai lokasi di Waibakul, Sumba Tengah. Beragam kesenian dan upacara adat dari masing-masing kabupaten, balap kuda tradisional melewati hutan dan halang rintang, ada juga keseruan adu banteng dan tinju tradisional Pajura, ada pula beragam hasil kerajinan tangan, pernak-pernik dan kulinari khas Sumba yang dijajakan di pasar kaget. Tidak ketinggalan pula satu tradisi paling unik khas Sumba yang ditunggu-tunggu wisatawan bahkan sampai ke manca negara, permainan lempar lembing sambil berkuda antara dua kubu, Pasola,

Aksi paling asyik untuk para petualang digelar dihari ke-4 yaitu berkuda/bersepeda/mengendarai motor-trail bersama menuju air terjun Matayangu yang katanya tersimpan harta dibalik air terjun tersebut, kemudian lanjut mengeksplorasi salah satu daerah karst Sumba, gua Liang Bakul yang dipenuhi stalagtit dan stalagmit. Para pecinta budaya juga tidak kalah asyiknya mengunjungi pantai Tai Tena tempat Pasola bermula dimana sebelumnya mereka menguak ritual adat Purungu Ta Kadonga Ratu di kampung adat Lai Tarung dan mengunjungi kubur batu Nenek Matahari (Apu Ladu) di pantai Konda Malomba. Keunikan Sumba lainnya yang menjadi incaran fotografer adalah 7 burung dan 7 jenis kupu-kupu khas Sumba yang hidup di Taman Nasional Manupeu Tanahdaru, kemudian lanjut merasakan off-road menggunakan jip dalam perjalanan menuju pesona air terjun Laipopu. Serangkaian aksi tadi akan diakhiri dengan makan malam bersama bertabur bintang di Waibakul.

Kini saatnya menjelajah area barat Sumba. Hari ke-5 diawali dengan menikmati hangatnya mentari pagi yang menyinari ladang dan sawah dari atas bukit di Waikabubak, Sumba Barat, kemudian mampir ke desa adat ditengah kota, kampung Tarung, untuk mengisi perut sejenak sebelum memulai hari. Danau Waikuri yang sangat menawan menjadi destinasi pertama di kabupaten Sumba Barat Daya, dilanjutkan dengan makan siang di kampung adat tepi pantai yang memiliki atap paling tinggi seantero Sumba, Ratenggaro. Pantai ‘tersembunyi’ Mandorak adalah tujuan berikutnya sebelum para peserta diajak menutup hari dengan indahnya semburat cahaya di ufuk Barat pantai Bwanna.

Tidak lupa menyisakan sedikit waktu luang dihari terakhir berbelanja untuk sanak saudara di pasar tradisional sebelum akhirnya berpisah di Bandar udara Tambolaka setelah bersama-sama mengalami 6 hari penuh aksi di TanaHumba.

Semua aksi ini akan direkam dalam beragam penulisan, foto dan dokumenter yang dikompetisikan sebagai acara pendukung Indonesia Adventure Festival dan salah satu bentuk apresiasi kepada para peserta dalam usahanya menceritakan ke dunia mengenai kehidupan masyarakat di Sumba dengan potensi alam dan keunikan budayanya yang sangat memesona.

Seluruh kegiatan tidak akan dapat berjalan tanpa adanya dukungan dari PESONA INDONESIA (Kementerian Pariwisata), Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur, dan partisipan dari berbagai kalangan yang turut menambah euforia di setiap aksi.

JELAJAH TANAHUMBA, 6 hari penuh aksi – 3 kompetisi – 1 tradisi.

 

INFO

WEBSITE

  • 2018-12-03 21:52:14
  • Einstein
  • Event
  • 120 times



ADDITIONAL INFORMATION


COMMENT